lima, enam, tujuh, delapan.
delapan bulan sudah saya hidup dengan dia.
delapan kali sudah saya hampir mati karena dia.
delapan kali pula saya bertahan hidup karena dia.
dia, bukan siapa siapa bagi orang lain, tapi bagi saya, dia adalah segalanya.
dianggep papa bisa, dianggep pacar bisa, dianggep temen bisa, dianggep kakak juga bisa.
ntah apa yang membuat saya terikat.
dibilang ganteng juga gak terlalu, dibilang pinter juga gak terlalu, dibilang keren juga gak terlalu.
gak ada alesannya saya bisa terikat.
tapi hari ini, detik ini, saya semakin menyadari apa yang bisa membuat saya terikat.
matanya yang beda 0,05cm. (bukan termasuk alesan sih)
tapi matanya ketika menatap saya itulah yang membuat saya diam dan berkata pada Tuhan
'Tuhan, tolong jaga monster ini, jaga dia supaya gak dirubung laler, karena aku sangat sayang dia'
matanya ketika menasehati, seperti mata seorang ayah yang menasehati anaknya.
matanya ketika bahagia, seperti mata anak kecil yang ngeliat badut. (tapi kebanyakan kok anak kecil pada takut badut ya?)
matanya ketika melihat saya, seperti seonggok monster lagi jatuh cinta untuk kesekian kalinya.
matanya juga mengajarkan sesuatu, kedewasaan.
saya belajar banyak hal dari matanya.
hari ini, sekali lagi kami mampu melewati sebuah labirin baru.
labirin yang bisa membuat saya seperti "biri biri labil", tapi saya mampu bertahan karena matanya.
matanya memberi saya cinta, keyakinan, kedewasaan, pendirian, dan kekuatan.
ntah mata atau hatinya yang memberi itu semua, tapi yang mau saya tegaskan adalah, saya beruntung punya seonggok monster berharga seperti dia.
TKT (Terima Kasih Tuhan)
-mons :*
No comments:
Post a Comment