Thursday, August 18, 2011

lebih, lagi, mungkin, maaf, ulangi

lebih banyak lagi pensil yang tumpul
lebih banyak lagi yang harus diraut
lebih banyak lagi sampah pensil
lebih banyak lagi penghapus yang menyusut


mengapa tidak berganti ke pulpen yang jauh lebih praktis?
tidak, karena pulpen tak tau artinya perjuangan, rasa sakit saat diraut
pulpen pun tak punya sahabat yang selalu ada untuk menghapus air matanya


saat ini saya sedang diraut lagi, agar menjadi tajam
dan proses ini tidak kilat, tidak mudah, tidak enak
sakit, lagi
saya butuh sahabat saya si penghapus yg biasanya menghapus airmata ini
bukan menciptakannya
kemana penghapus yang lama?
mungkin dia lelah, mungkin dia marah, mungkin dia pergi gak kembali


maaf

Wednesday, August 17, 2011

Selamat Ulang Tahun Indonesiaku


3 tahun sudah saya terpilih menjadi pengibar bendera di sekolah saya.
Tahun ini menjadi tahun terakhir saya di SMA Santa Maria, sekaligus tahun terakhir saya menjabat menjadi anggota Paskibra.
Sedih? Tidak! Saya bangga, di tahun ini saya masih dipercaya memberikan yang terbaik bagi almamater saya dan bagi negara yang saya cintai.
Saya cuma berharap buat kedepannya, adik adik saya dapat memberikan yang lebih baik dari tahun sebelumnya.
Mungkin usulan untuk tahun depan agar dibuat ekstrakurikuler Paskibra, atau mungkin diklatnya dibuat lebih keras dan tidak asal comot, jadi mungkin kedepannya perwakilan dari Sanmar bisa ada disana-di Istana Merdeka!



Paskibra kelas XII

Partner saya selama 3 tahun! Kevin Jo! Thanks to Cashin too!

Anak-anak SD dan semangat yang mereka miliki

Pak Parayanan yang sudah mengajarkan saya banyak hal


Mari kita turut memerdekakan bangsa ini dari keterpurukan! :)

Tuesday, August 16, 2011

worth a click

Use Somebody Cover by Raisa


Still In Love - Brian McKnight

Sunday, August 14, 2011

Terlalu

lembek
lemah
goyah
berfikir
takut
tega




menyakiti
melukai



menangisi
menyesali
merenungi
menyayangkan
mengingini

Cerita ini belum selesai

Belum, sampe akhirnya si antagonis yg sangat amat jahat ini merasakan apa yang sudah ia perbuat sebelumnya.
Mungkin setetes air mata tak kan membayar semua luka yg masih menganga.
Mungkin jatuh sekali juga tak kan menyembuhkan luka yg ada.
Mungkin hancur satu kali juga tak kan memperbaiki keadaan.

Si antagonis ini terlalu takut akan masa depannya, terlalu takut akan keadaan, sehingga ia terpaksa berbuat jahat.
Memang benar tak ada alasan yg tepat utk melakukan sebuah kejahatan, tapi ntah apa yg ada dipikirannya, dia nyaman dengan keadaan yg ia ciptakan saat itu.

Sekarang keadaan berbalik, si antagonis amat sangat menderita karena kejahatannya.
Terlalu banyak luka yg sudah ia torehkan kepada semua org baik disekelilingnya.
Sekarang ia terpuruk, menangis, terluka, dihujat.
Ia sadari ia layak mendapatkan itu semua, maka ia diam, dengan penuh keberanian ia menerima tanpa perlawanan, mendengar dan memahami, merasakan dan mengerti.

Antagonis pun berfikir bagaimana jika ia itu mereka?
Tersakiti dan akan menjadi kebal?

Cerita ini belum selesai
karena masih banyak luka dimana mana,
karena si antagonis tak mampu menutup luka itu,
karena si antagonis tak punya prinsip dan tujuan,
karena si antagonis menyecewakan banyak org,
karena si antagonis itu saya.

Tuesday, August 2, 2011

bekas itu

"Ibarat paku yang ditancepin di tembok, sekalipun di lepas apa bisa hilang bekasnya?"


Belajar dari kalimat di atas, merenungkan, merefleksikan.
Lagu Pribadi yang mengenal hatiku jadi pilihan yang pas.
Setidaknya cukup membuat saya tenang.