Sunday, August 14, 2011

Cerita ini belum selesai

Belum, sampe akhirnya si antagonis yg sangat amat jahat ini merasakan apa yang sudah ia perbuat sebelumnya.
Mungkin setetes air mata tak kan membayar semua luka yg masih menganga.
Mungkin jatuh sekali juga tak kan menyembuhkan luka yg ada.
Mungkin hancur satu kali juga tak kan memperbaiki keadaan.

Si antagonis ini terlalu takut akan masa depannya, terlalu takut akan keadaan, sehingga ia terpaksa berbuat jahat.
Memang benar tak ada alasan yg tepat utk melakukan sebuah kejahatan, tapi ntah apa yg ada dipikirannya, dia nyaman dengan keadaan yg ia ciptakan saat itu.

Sekarang keadaan berbalik, si antagonis amat sangat menderita karena kejahatannya.
Terlalu banyak luka yg sudah ia torehkan kepada semua org baik disekelilingnya.
Sekarang ia terpuruk, menangis, terluka, dihujat.
Ia sadari ia layak mendapatkan itu semua, maka ia diam, dengan penuh keberanian ia menerima tanpa perlawanan, mendengar dan memahami, merasakan dan mengerti.

Antagonis pun berfikir bagaimana jika ia itu mereka?
Tersakiti dan akan menjadi kebal?

Cerita ini belum selesai
karena masih banyak luka dimana mana,
karena si antagonis tak mampu menutup luka itu,
karena si antagonis tak punya prinsip dan tujuan,
karena si antagonis menyecewakan banyak org,
karena si antagonis itu saya.

No comments:

Post a Comment